Kompilasi Picrew OC: ‘Astaroth’ [Update Berkala]

 

Kompilasi Picrew OC: ‘Astaroth’ 

[Update Berkala]

Astaroth van Hoogmoed. Putra dari Ratu Nephula dan saudara kandung Paimonia. Dari urutan lahir, putra ketiga dari kaisar Superbia dan penguasa Inferis saat ini — Byleth van Hoogmoed. Sebenarnya, dirinya merupakan pribadi yang cemerlang –talentanya. Dalam berbagai kesempatan, dirinya mengeklaim bahwa ia terlalu malas untuk memperebutkan takhta.

Leraikha, putri Permaisuri Caacrinolaas, dan Raym, putra Ratu Shaz, yang paling terang-terangan menunjukkan niat mengincar tempat Byleth itu menurunkan kewaspadaan terhadapnya karena hal itu.

Astaroth. Ilmuwan dan ahli strategi. Aset dan salah satu kartu As Superbia. Karena ketidak tertarikannya terhadap takhta sementara dengan bakat itu, para pengejar kuasa, alias para saudara seayah lain ibunya, berlomba-lomba menyeretnya ke pihak mereka. Dengan angan-angan, jika mereka berhasil, Astaroth akan menjadi minion terbaik – dan itu benar adanya, jika Astaroth memang bersedia.

Oh iya, agak melenceng dari isi paragraf-paragraf di atas, tapi: pos ini dan beberapa pos lain yang tersemat tag Kompilasi Picrew OC akan bertambah isinya setiap saya menemukan ada template baru yang cocok di Picrew.me. Mohon dimaklumi. ðŸ˜€

https://picrew.me/image_maker/26220/complete?cd=qBRnbId5j8
https://picrew.me/image_maker/5200/complete?cd=JKLZHLDFwq
Share:

50 Cara 'Tuk Curi Hatimu

 B ertahun-tahun lamanya Thoma memendam perasaannya kepada Ayaka. Sudah banyak cara yang Thoma coba, akan tetapi selama itu pula sang pujaan hati tak ada menunjukkan tanda-tanda kepekaan. 


Boro-boro peka, Thoma saja 'hanya' dianggap teman sama Ayaka!


Hingga suatu hari, Thoma menemukan sebuah akun aneh yang mengaku bisa membantu segala macam masalah percintaan. Terlihat seperti akun iseng, tapi reviewnya banyak dan bagus-bagus! 


Akankah Thoma berhasil mencuri hati Ayaka!?

Share:

Kebisingan yang Kurindu

 

Photo by TheoCrazzolara from Pixabay

Tepat pukul duabelas malam jam berdentang
Dentuman riuh kembang api terdengar
Diiringi sorak sorai massa menyambut pergantian tahun
Berisik

Belum lagi, di jalanan sana
Anak-anak badung tlah siap tuk turut meramaikan
Dengan suara knalpot motornya yang bising
Benar-benar memekakkan telinga

Namun sayang, itu dulu
Kini tak ada lagi yang seperti itu
Tak ada lagi yang berani berkerumun
Apalagi sekadar merayakan tahun baru

Jalanan begitu sunyi
Bagai kota tak berpenghuni
Tahun ini berbeda,
Dan aku tak suka perbedaan ini

Ironis memang
Kebisingan yang dulu teramat kubenci
Sekarang justru jadi yang paling kurindukan


Shinadara
1 Januari 2021

Share:

Atmaharsa

 

Atmaharsa


Photo by Roman Odintsov from Pexels


     Seorang gadis dengan rambut ikal berwarna coklat yang setiap sore raut wajahnya selalu terlihat letih. Itulah jawaban orang-orang jika ditanyai mengenai sosok Kaia Danisa.

Sebenarnya Nisa masih duduk di bangku kelas 3 sekolah menengah pertama. Namun kebutuhan hidup keluarganya yang semakin hari semakin meningkat membuatnya merelakan waktu istirahatnya untuk bekerja paruh waktu. Hal tersebut ia lakukan untuk membantu keuangan keluarganya.

Kali ini ia kembali melewati taman kota, satu-satunya jalan menuju rumahnya. Seperti biasa. Namun, tiba-tiba sebuah tangan menarik Nisa ke suatu tempat.

Karena terkejut, dengan spontan Nisa berseru, “Hey, siapa ini?”

“Jika kau tidak menjawab, maka aku akan memukulmu!” lanjut Nisa.

Mendengar ancaman tersebut, sosok yang menarik tangan Nisa pun berbalik badan. Kemudian berseru, “Aduh, tenanglah! Aku ini Anala, teman sekelasmu!”

“Eh … ternyata kamu, Anala. Maaf, ya. Aku kira orang lain, hehe,” kata Nisa seraya meringis.

Anala mengangguk-angguk. “Iya, enggak apa-apa, kok! Aku juga salah karena tiba-tiba narik tangan orang jalan kayak gitu. Maaf, ya.”

“Oh iya, kenapa kamu tadi menarik tanganku, Anala?” tanya Nisa.

“Sebenarnya ini karena beberapa waktu terakhir, aku memerhatikan kamu. Gerak-gerikmu mencurigakan, itulah yang membuatku penasaran,” lalu ia melanjutkan, “tapi, Sa. Aku juga enggak rugi. Karena rasa penasaran itu muncul, aku jadi tau kalau kamu sudah melalui hari-hari yang sulit.”

Nisa menatap Anala. “Terus?”

“Nah, sekarang waktunya kamu bahagia, Sa,” ujar Anala, seraya memberikan sekerucut es krim rasa stroberi kepada Nisa.

Perlahan sudut bibir Nisa terangkat, ia mulai tersenyum. “Terima kasih banyak, Anala.”

“La, kamu tau apa artinya atmaharsa?” tanya Nisa kepada Anala.

Anala menggeleng, “Memang artinya apa?”

“Dalam bahasa Sanskerta, atma berarti jiwa. Dan harsa berarti kebahagiaan. Sehingga, jika kedua kata tersebut digabungkan menjadi ‘kebahagiaan jiwa’ … dan, terima kasih sudah menghiburku hari ini, Anala.”

Anala tersenyum lebar. “Bukan masalah, kok. Itu ‘kan yang disebut teman!” serunya, seraya merangkul pundak Nisa.

Sudahkah kamu menemukan kebahagiaanmu?

Share: