Tampilkan postingan dengan label KOMPILASI PICREW OC. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KOMPILASI PICREW OC. Tampilkan semua postingan

Kumpulan Picrew OC: The Almazinskis in Hera-nim’s Collection

 

Kumpulan Picrew OC: 
The Almazinskis 
in Hera-nim’s Collection

1. Cyzarine

Cyzarine Svetoslavovna Almazinskaya in The Lady of Hera artstyle!!

https://picrew.me/share?cd=bgudGSXw3k

Temanya berlian hitam dan emas hohoho


2. Vasily


Nggak terlalu mirip desain oriku sih, but … VASILY SVETOSLAVOVICH ALMAZINSKI!! in The Gentleman of Hera

https://picrew.me/image_maker/1041191/complete?cd=AiFF2B37xB

… anggap aja ini gambaran kalau Vasily lagi mood potong rambut … ahahah.

Couldn’t find the blue eye shadow, so I did my best … bro be looking tired af lol


3. Erik

Erik Svetoslavovich Almazinski, kakak mereka yang berkepribadian super membosankan. 

Lempeng dan 'lemah', menurut Cyzarine — tetapi tidak terlalu bodoh (seperti Vasily). Cocok untuk menjadi pion Cyzarine agar tetap bisa mengontrol Almazinski sepenuhnya, meski ia 'jauh.'

 


https://picrew.me/image_maker/1041191/complete?cd=ygUV4IlUXw

Ia memang sedari kecil berada di sekitar Svetoslav karena pelatihannya sebagai penerus keluarga, tetapi secara pribadi tak dekat dengan orang itu. Berbeda dengan Vasily, yang dari dulu mengidolakan sang Ayah terang-terangan. Maka, gayanya pun cukup beda dengan Svetoslav.


4. Loralei



https://picrew.me/image_maker/227881/complete?cd=qt4OvI72Sp


(Almarhumah) Mamanya Cyzarine! :)


5. Madam Katina

https://picrew.me/image_maker/227881/complete?cd=x7mCPUnhpO

Share:

Kompilasi Picrew OC: ‘The Apocalypse Duo: Ajgnog & Ajkod’ [Update Berkala]

Kompilasi Picrew OC: 

‘The Apocalypse Duo: Ajgnog & Ajkod’ 

[Update Berkala]


Si kembar ini, nantinya yang akan menjadi salah satu pion boss di novelku yang lain. Bukankah sudah cukup jelas, dari pemberian julukan kurang kreatifku itu?

Untuk judul novelnya sendiri masih belum ada, seperti biasa. Tapi konsep sudah mulai rampung. Penyusunan isi masih belum tahu? Akan tetapi, kuyakini ini bakal membutuhkan waktu lamaaaaaaa banget buat kelakon. Hohoho.

Ajgnog dan Ajkod, masing-masing kalau dibalik namanya akan menjadi Gongja dan Dokja. Mengapa demikian?

Yes, that is right, Sweethearts!

I do, saking suka dan kagumnya dengan karakter Gongja (SSS-Class Revival Hunter) dan Dokja (Omniscient Reader).

Aih, kenapa kita malah jadi membahas tentang duo suicidal itu, deh? Mending kita bahas duo dedek pembawa kehancuran ini, lah. Hehehe.

Seperti klasik di novel kekinian lain, sebagai sepasang saudara kembar, mereka ini cukup sering bersama dan bersaing satu sama lain tiap ada kesempatan. Meski lahir di hari dan dari rahim yang sama, mereka tidak satu ayah.

Oh iya, agak melenceng dari isi paragraf-paragraf di atas, tapi: pos ini dan beberapa pos lain yang tersemat tag Kompilasi Picrew OC akan bertambah isinya setiap saya menemukan ada template baru yang cocok di Picrew.me. Mohon dimaklumi. 😀


Si kembar yang ‘ceria’, Ajgnog namanya.

https://picrew.me/image_maker/877413/complete?cd=WLAfnbWcj3

Same smile, different vibes—

Si kembar yang lebih misterius, Ajkod. Maksudku, lihat sorot matanya ….

https://picrew.me/image_maker/877413/complete?cd=jygbDx1Qyy

# itu highlight bukan dari lahir, cat aja.

Share:

Schroeder/Schneider Family: When you, your mom, and your dad is this hot

 Schröder / Schroeder in Galachora, Schneider in AU

https://picrew.me/share?cd=ZnLl2Ucx9J

Falle / Honda Akihime

Ya. Aku mengubah banyak hal dari mamanya Naomi. Mulai dari nama hingga penampilan. Tapi kuncinya tetap sama: warna rambut coklat seperti bunga layu dan mata yang terdapat mantra ‘gugur’, ditakuti oleh peri lain.

Benar, ia memang beda dengan peri lain, yang memiliki warna rambut terang karena lahir di musim panas (merah, oranye, kuning), musim semi (pink, hijau, kuning, biru, ungu, (musim ini paling beragam) dsb), dan musim salju/dingin (blonde, putih). Hanya ia peri yang lahir di Musim Gugur, semua menjauhi dan mengutuknya.

Dikirimnya Putri Falle untuk menjadi istri Ruediger, Duke Schroeder dari Soleirum, putra Dietrich dari Fiducia, sebagai perjanjian artinya pihak peri meremehkan kaum manusia dan evgenia (makhluk Praecantatrix).

NEW DETAIL ADDITION: MOLES<33

Share:

Guruku Pahlawanku

 Guruku Pahlawanku


  Aku ingin bercerita tentang seseorang yang aku kagumi, yang aku anggap sebagai pahlawanku.

 Namanya Adriyani Setyaningsih, atau yang kerap kali disapa dengan ‘Bu Ria’ adalah seorang guru senior di sekolahku dulu. Beliau telah mengajar selama 15 tahun di sana. 

 Meskipun terkenal dengan julukan ‘guru galak’, beliau menghiraukannya dan tetap mengajar dengan caranya tersendiri.

 Ku akui beliau memang orang yang disiplin. Baik dalam mengajar maupun dalam kehidupan sehari-harinya.

 Dan dahulu, aku merupakan anak yang sangat payah dalam pelajaran matematika. Aku benci segala hal yang berkaitan dengan matematika. Namun Bu Ria tak pernah menyerah untuk terus mengajariku, setidaknya sampai kemampuan berhitungku sudah lebih membaik daripada sebelumnya.

 Caranya memotivasiku untuk belajar matematika cukup unik dan beragam.

 Pernah suatu saat aku sudah berada di ambang menyerah mempelajarinya, karena aku menganggap pelajaran

 tersebut benar-benar sulit dan aku tak mampu menguasainya barang sedikit pun. Di sanalah Bu Ria berada, mendampingiku dan mengatakan akan memberi kursus gratis untukku. Dalam kursus tersebut, beliau mengajarkan beberapa rumus, juga trik cepat untuk menyelesaikan soal matematika yang beliau berikan setiap pertemuannya.

 Aku benar-benar tak menyangka kalau Bu Ria sebaik itu. Beliau bersedia meluangkan waktunya hanya untuk mengajariku dan teman-teman yang sepertiku, payah dalam pelajaran matematika. 

 Ketika kami sudah menguasai beberapa rumus yang diberikan oleh Bu Ria, beliau dengan senang hati memberi kami beberapa lembar uang sebagai penyemangat kami agar lebih giat belajar. Sejak itu, Bu Ria selalu memberikan uang kepada anak yang sudah menguasai pelajaran tertentu.

 Itulah beberapa hal yang kuingat dari beliau.

 Aku dan teman-temanku telah kehilangan kontak dengan Bu Ria. Ketika kami mengunjungi sekolah lama kami, katanya Bu Ria sudah lama pensiun. 

 Namun, baru-baru ini aku mendengar sebuah kabar yang membuat hatiku hancur. 

 Waktu itu aku sedang duduk-duduk bersama Ajeng, temanku, di bawah sebuah pohon beringin nan rindang sembari meminum es dawet.

 “Sa, kamu mau dengar kabar yang lagi heboh, enggak?”

 Aku menoleh kepada Ajeng, lalu menaikkan satu alisku. Artinya, aku ingin mendengar kelanjutan ucapan Ajeng tadi. “Memangnya ada apa?” tanyaku.

 Ajeng mengambil napas dalam-dalam, barulah kemudian berkata, “Katanya Bu Ria sudah wafat sejak tahun lalu, Sa.” 

 Mataku terbelalak mendengarnya. Bingung hendak bereaksi bagaimana, terkejut atau sedih terlebih dahulu.

 Bu Ria, sosok yang aku anggap pahlawanku, telah gugur dalam perjuangannya.

 Andaikan sebelumnya aku dapat dipertemukan dengan beliau, pasti aku sudah berterima kasih dan meminta maaf sebanyak-banyaknya. 


 Terima kasih, Guru. Engkau adalah pahlawanku. batinku seraya memandang langit.


Share: